Santo Ignatius Loyola
Santo Pelindung PMKAJ-US
Perayaan | 31 Juli |
Lahir | tahun 1491 |
Kota Asal | Loyola, Spanyol |
Wafat | 31 Juli 1556 |
Beatifikasi | 27 Juli 1609 oleh Paus Paulus V |
Kanonisasi | 12 Maret 1622 oleh Paus Gregorius X |
Inigo Lopez de Loyola dilahirkan di kastil keluarga bangsawan Loyola di Basgue, Spanyol. Ketika masih kanak-kanak ia dikirim menjadi abdi di istana raja sambil berangan-angan akan menjadi seorang ksatria hebat & meminang sang putri. Ignasius kemudian masuk militer & menjadi seorang perwira.
Puncak kegagahannya dalam pertempuran Benteng Pamplona, tetapi luka meriam di tubuhnya membuat ia terbaring tak berdaya berbulan-bulan di Benteng Loyola. Menghilangkan kebosannya dengan ingin membaca buku-buku kepahlawanan, namun disana hanya tersedia kisah hidup Yesus & para kudus. Mau tidak mau buku-buku itu mulai menarik hatinya & perlahan hidupnya mulai berubah.“Mereka adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?” Kemuliaan & kehormatan yang dambakan, tampak tak berarti lagi baginya sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam doa, silih & perbuatan-perbuatan baik.
Setelah sembuh, Ignasius mengunjungi sebuah biara di Manresa menanggalkan jubah militer & pedangnya mempersembahkan pada lukisan Sang Perawan Maria. Kemudian ke Catalunya, berbulan-bulan bertapa dengan keras di gua & juga mengalami beberapa penampakan. Ketika berziarah ke Tanah Suci bertekad mentobatkan orang-orang malah penolakan. St. Ignatius harus menderita pencobaan dan penghinaan selama belajar di Paris. Ia sempat dipenjarakan dituduh penyebar bidaah.
Kejadian itu tidak menghentikannya karena cinta kepada Yesus.Tahun 1534, bersama 6 sahabatnya, mengucapkan kaul rohani, lalu ditahbiskan tahun 1539. Tahun 1540 serikat rohaniwan ini resmi diakui oleh Paus Paulus III dinamai Serikat Yesus (Yesuit). SY sering mengajar & mewartakan Injil. St. Ignatius wafat di Roma pada 31 Juli 1556. Ia dinyatakan kudus pada 1622 oleh Paus Gregorius XV.
![]() |
Serikat Yesuit |
Komentar
Posting Komentar